Inflasi Zona Euro Mendingin, EUR/USD Tetap Naik
EUR/USD kembali menguat pada Rabu (25/2) setelah Dolar AS mulai kehilangan tenaga, memberi ruang bagi euro untuk memangkas kerugian intraday. Pada perdagangan terkini, EUR/USD berada di sekitar 1,1803 atau naik sekitar 0,26% dibanding penutupan sebelumnya, setelah sempat menyentuh low harian dekat 1,1771.
Tekanan ke USD datang dari sentimen kebijakan yang dinilai makin tidak pasti. Rhetoric tarif Presiden AS Donald Trump kembali jadi beban, terutama setelah AS menerapkan tarif global 10% berbasis Section 122 dan muncul sinyal Gedung Putih sedang menyiapkan langkah menuju tarif 15%. Ketidakpastian arah dagang ini menambah keraguan investor terhadap kredibilitas kebijakan dan stabilitas fiskal AS.
Di Eropa, inflasi yang melandai sempat menahan euro, namun dampaknya terbatas. Data menunjukkan inflasi zona euro turun ke 1,7% YoY pada Januari, sementara inflasi inti juga melunak, memperkuat pandangan bahwa tekanan harga lebih terkendali dan ECB bisa cenderung stabil. Namun, di sesi ini, faktor USD (dan isu tarif) lebih dominan dalam membentuk arah EUR/USD.
Ke depan, tanpa katalis data AS yang “besar” dalam waktu dekat, pasar akan tetap sensitif pada dua hal: (1) headline terkait tarif (10% berjalan vs potensi 15%), dan (2) nada The Fed soal inflasi—apakah cukup kuat untuk menunda pelonggaran lebih lama. Dari zona euro, perhatian beralih ke rilis indikator sentimen, sementara dari AS pasar menunggu data harga produsen sebagai petunjuk arah inflasi berikutnya. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id