NFP Kuat Bikin Euro Tertekan, Fokus Beralih ke CPI
Pasangan EUR/USD melemah untuk hari ketiga beruntun, bergerak di sekitar area 1,1860 pada awal sesi Eropa Kamis. Dolar AS mendapatkan dorongan setelah data tenaga kerja AS yang solid membuat pelaku pasar menahan diri untuk kembali agresif mem-price pemangkasan suku bunga Federal Reserve.
Pemicu utamanya datang dari laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Januari yang menunjukkan penambahan pekerjaan 130 ribu, sementara tingkat pengangguran turun ke 4,3%. Kombinasi ini memberi sinyal pasar tenaga kerja masih relatif “tahan banting”, sehingga ruang bagi The Fed untuk buru-buru memangkas suku bunga terlihat lebih sempit.
Dampaknya, ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat ikut “mundur”. Sejumlah pelaku pasar membaca peluang Fed menahan suku bunga pada pertemuan terdekat makin besar—diikuti kenaikan probabilitas “no change” di FedWatch.
Dari sisi Eropa, euro masih punya penopang dari sikap ECB yang cenderung hati-hati dan data-dependent, tetapi dorongan itu belum cukup untuk menahan tekanan dolar dalam jangka pendek. Alhasil, pergerakan EUR/USD lebih banyak ditentukan oleh arah dolar dan imbal hasil AS.
Agenda berikutnya yang ditunggu pasar adalah Initial Jobless Claims serta rilis inflasi AS (CPI) pada Jumat. Jika CPI kembali panas, dolar berpeluang makin solid dan EUR/USD bisa tetap berat. Sebaliknya, jika inflasi melandai, pasar bisa kembali membuka ruang untuk narasi pelonggarandan euro berpeluang “nafas” lagi. (asd)
Source: Newsmaker.id