Euro Rebound, Fokus Beralih ke Agenda Bank Sentral
Euro menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Eropa hari Selasa (3/2), dengan EUR/USD berada di sekitar 1,1815 setelah sehari sebelumnya sempat menyentuh 1,1776. Pergerakan ini terjadi ketika dolar mulai kehilangan momentum setelah menguat di awal pekan, meski sentimen global masih cukup dipengaruhi rilis data ekonomi AS dan headline geopolitik.
Dolar sebelumnya mendapat dorongan dari data manufaktur AS yang mengejutkan positif—ISM Manufacturing PMI naik ke 52,6 (kembali ekspansi). Data ini membuat pelaku pasar sedikit menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga yang terlalu cepat, sehingga USD tetap “ditopang” meski tidak lagi seagresif kemarin.
Di sisi kebijakan dan diplomasi, sentimen juga dipengaruhi kabar kesepakatan dagang AS–India. Donald Trump menyebut tarif untuk India diturunkan menjadi 18%, disertai komitmen India untuk mengurangi pembelian minyak Rusia dan meningkatkan pembelian barang AS—faktor yang turut membentuk mood pasar (risk appetite) dan ikut mengalir ke pergerakan FX.
Sementara itu, tensi geopolitik sedikit mereda setelah Masoud Pezeshkian menyatakan kesiapan membuka jalur negosiasi nuklir dengan AS, yang menurunkan permintaan safe haven berlebihan dan membuat pasar lebih fokus ke data serta agenda bank sentral. Dari agenda hari ini, perhatian tertuju pada rilis Euro area Bank Lending Survey dari European Central Bank serta komentar dari Michelle Bowman yang berpotensi mempengaruhi arah dolar. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id