Euro Tertekan, Ekonomi Zona Euro Lesu
Euro terus kehilangan kekuatan terhadap dolar AS, dengan pasangan EUR/USD kini diperdagangkan di kisaran ≈ 1,1500—terendah dalam tiga bulan terakhir
Penguatan dolar AS didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dan menunda pemangkasan suku bunga.
Sementara itu, zona euro menunjukkan sinyal lemah: data ekonomi yang kurang kuat serta sentimen yang labil menambah tekanan terhadap Euro.
Lebih lanjut, bank-sekuritas seperti Societe Generale memproyeksikan bahwa EUR/USD bisa melemah ke sekitar 1,14 pada akhir 2026 jika tren saat ini berlanjut.
Bagi eksportir di zona euro, Euro yang melemah bisa meningkatkan daya saing produk mereka di pasar global karena menjadi lebih murah dalam mata uang asing.
Untuk investor dan pelaku pasar valas, tren ini menjadi sinyal hati-hati: Euro tampak berada dalam momentum bearish jangka pendek.
Kelemahan Euro juga bisa berdampak ke aset-lain, misalnya mendorong arus modal ke dolar AS dan aset safe-haven lainnya.(CP)
Sumber: Newsmaker.id