AUD Menguat, RBA Diprediksi Naikkan Bunga
Dolar Australia mendapat dukungan setelah pasar memperkirakan Reserve Bank of Australia atau RBA masih cenderung menaikkan suku bunga lagi. Ekspektasi tersebut muncul menjelang keputusan kebijakan moneter RBA pada pekan ini, di tengah tekanan inflasi yang kembali meningkat akibat lonjakan harga energi dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pasar memperkirakan RBA berpeluang menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 4,35%, yang akan menjadi kenaikan ketiga secara beruntun tahun ini. ABC melaporkan sebagian besar ekonom, termasuk bank-bank besar Australia, memperkirakan kenaikan tersebut, meski masih ada argumen untuk menahan suku bunga karena inflasi inti mulai menunjukkan tanda stabil.
Tekanan utama bagi RBA datang dari inflasi yang masih berada di atas target. RBA sendiri menargetkan inflasi rata-rata di kisaran 2%–3%, namun lonjakan harga bensin akibat konflik Timur Tengah membuat risiko inflasi kembali meningkat. Dalam keputusan Maret lalu, RBA telah menaikkan cash rate sebesar 25 basis poin ke 4,10%, menandakan bank sentral masih fokus mengendalikan inflasi.
Bagi pelaku pasar, sikap hawkish RBA dapat menjadi sentimen positif bagi AUD, terutama jika selisih ekspektasi suku bunga Australia terhadap negara lain tetap menarik. Namun, kenaikan suku bunga juga membawa risiko bagi ekonomi domestik, terutama sektor properti, konsumsi rumah tangga, dan pasar saham. Karena itu, arah AUD tidak hanya bergantung pada keputusan kenaikan bunga, tetapi juga pada nada pernyataan RBA setelah keputusan diumumkan.(CP)
Sumber: Newsmaker.id