Dolar Australia Kuat, RBA Masih “Kencengin” Suku Bunga
Dolar Australia menguat ke sekitar $0,70 pada Senin, melanjutkan kenaikan dari pekan lalu. Sentimen didorong sinyal dari bank sentral Australia (RBA) yang belum buru-buru melonggarkan kebijakan, meski pasar mulai menunggu momen penurunan suku bunga.
Gubernur RBA, Michelle Bullock, menegaskan suku bunga masih perlu berada di level ketat untuk menahan inflasi yang belum benar-benar jinak. Ia menyampaikan hal itu dalam rapat dengan komite ekonomi parlemen, sambil menekankan bahwa tekanan harga masih terasa di banyak sisi ekonomi.
Bullock juga menyorot pasar tenaga kerja yang masih cukup tangguh. Buat RBA, kondisi ini jadi pedang bermata dua: ekonomi terlihat kuat, tapi itu juga bisa membuat inflasi lebih “bandel” dan menyulitkan kapan waktu yang pas untuk mulai memangkas suku bunga.
Meski begitu, RBA tetap membuka pintu—bukan dengan janji, tapi dengan syarat. Bullock menegaskan dewan RBA tidak terburu-buru mengubah sikap restriktif, dan keputusan berikutnya bakal sepenuhnya bergantung pada data yang masuk, termasuk inflasi dan kondisi tenaga kerja.
Data terbaru memberi gambaran ekonomi rumah tangga masih ketekan. Pengeluaran rumah tangga justru turun 0,4% pada Desember 2025, penurunan bulanan pertama sejak Maret 2024. Ini jadi sinyal bahwa biaya hidup dan suku bunga tinggi masih menahan daya beli, meski AUD saat ini sedang diuntungkan oleh narasi “RBA tetap hawkish.”(asd)
Sumber: Newsmaker.id