• Mon, Jan 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

19 January 2026 10:36  |

AUD Tetap Tangguh — China Ngebut, Dolar AS Loyo

Dolar Australia (AUD) bertahan kuat di awal pekan setelah data inflasi Australia menguat, sementara dolar AS melemah karena sentimen pasar semakin hati-hati akibat beredarnya isu AS–Greenland. Kombinasi ini membuat pasangan AUD/USD cenderung stabil dan sulit turun dalam.

Penguat dari Australia datang dari TD-MI Inflation Gauge yang naik menjadi 3,5% YoY pada bulan Desember, dari 3,2% sebelumnya. Secara bulanan, inflasi melonjak 1,0% MoM—yang disebut jadi laju tercepat sejak Desember 2023. Data ini membuat pasar berpikir tekanan harga di Australia belum benar-benar “jinak”.

Dari sisi eksternal, AUD juga dibantu oleh kabar dari China. PDB Tiongkok Q4 2025 naik 1,2% QoQ, lebih cepat dari Q3 (1,1%) dan di atas perkiraan pasar (1,0%). Secara tahunan, perekonomian Tiongkok tumbuh 4,5% YoY, memang lebih lambat dari 4,8% di Q3, namun masih sedikit lebih baik dari ekspektasi.

Namun data China tidak semuanya mulus. Penjualan ritel bulan Desember hanya naik 0,9% YoY, di bawah perkiraan 1,2% dan melambat dari 1,3% bulan sebelumnya—ini menandakan konsumsi belum pulih dengan kuat. Sebaliknya, produksi industri justru naik 5,2% YoY, mengalahkan perkiraan 5,0% dan meningkat dari 4,8%. Buat AUD, China penting banget karena Australia sangat bergantung pada perdagangan komoditas dengan China.

Sementara itu dolar AS melemah. Indeks DXY berada di sekitar 99,20, dengan pasar AS juga lebih sepi karena libur Martin Luther King Jr. Day. Sentimen risk-off menguat karena semakin dekatnya isu Greenland, setelah Trump menyebut tarif 10% ke delapan negara Eropa mulai 1 Februari (selama AS belum “diizinkan” membeli Greenland). Ketika pasar tegang, investor cenderung defensif dan dolar bisa tertekan.

Dari sisi kebijakan, data tenaga kerja AS yang kuat membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed mundur, sementara inflasi inti mulai membaik. Di Australia, RBA mengakui inflasi sudah turun jauh dari puncak 2022, namun masih di atas target 2–3% dan ada sinyal tekanan naik lagi. Pasar suku bunga bahkan masih membaca peluang kenaikan kecil, terlihat dari kontrak berjangka yang menandakan probabilitas sekitar 22% untuk kenaikan ke 3,85% pada pertemuan berikutnya.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

AUD/USD

AUD Tahan Kenaikan di $0,655

Dolar Australia bertahan di sekitar $0,655 pada Senin, melanjutkan penguatan 0,6% di Jumat menyusul pelemahan dolar AS setela...

8 September 2025 08:19
AUD/USD

AUD Tertekan Lagi, Kenapa 0,6700 Sulit Ditembus?

AUD/USD kembali melemah dan turun di bawah 0,6700 pada sesi Asia Kamis, bergerak di sekitar 0,6680. Tekanan muncul setelah ek...

15 January 2026 09:08
AUD/USD

AUD Melemah Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen Pasar

Dolar Australia (AUD) terus melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin (23/6), memperpanjang penurunan untuk hari ketiga...

23 June 2025 09:34
AUD/USD

AUD Kian Terpuruk: Trump, Tiongkok, dan RBA Jadi Beban Berat

Dolar Australia (AUD) melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin (07/07), melanjutkan tren penurunan untuk hari ketiga b...

7 July 2025 13:37
BIAS23.com NM23 Ai