Dolar Stabil, Aussie Ngebut di Awal 2026
Dolar AS mengawali hari perdagangan pertama 2026 dengan relatif stabil, seiring pergerakan obligasi pemerintah AS yang juga cenderung tenang. Indeks Spot Dolar Bloomberg nyaris tidak berubah setelah sempat naik empat sesi beruntun, meski secara keseluruhan dolar tercatat turun 8,1% sepanjang 2025 dan sekitar 1,2% pada Desember.
Sorotan pasar justru datang dari dolar Australia (AUD) yang jadi yang terkuat di kelompok mata uang G10. AUD menguat karena kombinasi kenaikan imbal hasil obligasi Australia dan dukungan sentimen risiko, ditambah dorongan dari kenaikan emas dan perak yang melanjutkan performa terbaik tahunan sejak 1979. Bahkan aluminium sempat menyentuh $3.000/ton, tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.
Dari sisi AS, data S&P Global US Manufacturing PMI berada di 51,8 (sesuai perkiraan), memberi sinyal aktivitas manufaktur masih ekspansif. Namun pelaku pasar tetap menilai arah dolar akan banyak ditentukan kebijakan The Fed. Strategi pasar Marc Chandler menilai pendorong utama dolar adalah kebijakan Fed dan memperkirakan 2–3 kali pemangkasan suku bunga tahun ini saat ekonomi melambat.
Sementara itu, euro dan dolar Kanada tertinggal. EUR/USD melemah tipis setelah data manufaktur Zona Euro lebih lemah dari ekspektasi, sedangkan USD/CAD menguat tipis karena PMI manufaktur Kanada masih berada di area kontraksi. Di Asia, USD/JPY cenderung stabil di sekitar 156,70, dengan pasar Jepang tutup karena libur. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id