Dolar Australia Menguat Tipis, RBA Jadi Sorotan Investor Jelang Tahun Baru
Dolar Australia (AUD) sedikit menguat terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan awal, mempertahankan kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut. Pergerakan pasangan AUD/USD relatif terbatas karena volume perdagangan diperkirakan tipis menjelang libur Tahun Baru di Australia. Investor tampak berhati-hati menunggu arah pasar lebih jelas setelah data ekonomi penting dirilis.
Pergerakan AUD mendapat dukungan setelah rilis Indeks Manajer Pembelian (PMI) resmi China yang menunjukkan kenaikan. PMI Manufaktur naik menjadi 50,1 pada Desember dari 49,2 sebelumnya, sedangkan PMI Non-Manufaktur NBS meningkat menjadi 50,2 dibandingkan 49,5 pada bulan sebelumnya. Angka-angka ini melampaui ekspektasi pasar dan memberikan sentimen positif terhadap mata uang Australia yang sensitif terhadap ekonomi Tiongkok.
Fokus investor juga tertuju pada Reserve Bank of Australia (RBA), yang sebelumnya menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan suku bunga jika inflasi tidak mereda. Risalah rapat RBA Desember menunjukkan bahwa pembuat kebijakan dapat memperketat moneter pada awal 2026, tergantung data inflasi kuartal keempat yang akan dirilis pada 28 Januari. Analis menilai angka inflasi inti yang lebih tinggi dari perkiraan bisa memicu kenaikan suku bunga pada rapat RBA 3 Februari mendatang. (az)
Sumber: Newsmaker.id