Kejutan Apa yang Mengintai Dolar Australia?
Dolar Australia bergerak melemah terhadap dolar AS pada Senin(24/11), menjelang rilis data inflasi penting yang akan keluar minggu ini. Pasar menyoroti rilis IHK bulanan “lengkap” pertama Australia untuk Oktober pada Rabu, yang diperkirakan bisa memberi petunjuk baru soal arah kebijakan suku bunga RBA. Meski AUD tertekan, pasangan AUD/USD masih mendapat sedikit dukungan karena ekspektasi bahwa RBA akan bersikap lebih berhati-hati. Risalah rapat RBA bulan November menunjukkan bank sentral kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Data kontrak ASX 30-Day Interbank Cash Rate Futures juga memperkirakan peluang penurunan suku bunga Desember 2025 sangat kecil, hanya sekitar 6%.
Pernyataan Asisten Gubernur RBA Sarah Hunter turut membentuk ekspektasi pasar. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terlalu kuat bisa memicu tekanan inflasi, sementara data inflasi bulanan dapat bersifat tidak stabil sehingga RBA tidak akan terburu-buru merespons. Hunter menambahkan bahwa bank sentral kini fokus menilai kondisi pasar tenaga kerja serta memantau bagaimana efektivitas kebijakan moneter dapat berubah dari waktu ke waktu. Semua ini membuat investor menunggu data inflasi Rabu sebagai penentu arah berikutnya bagi AUD. (az)
Sumber: Newsmaker.id