• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

14 November 2025 10:46  |

China Kirim Sinyal Aneh, Dolar Australia Malah Meledak

Dolar Australia (AUD) menguat terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan Jumat(14/11), setelah sebelumnya sempat melemah di sesi sebelumnya. Pasangan AUD/USD bangkit lagi setelah rilis data Produksi Industri dan Penjualan Ritel Tiongkok untuk bulan Oktober. Pergerakan ini wajar, karena Tiongkok adalah mitra dagang utama Australia, sehingga setiap perubahan di ekonomi Tiongkok hampir selalu memberi efek langsung ke pergerakan AUD.

Data terbaru dari Biro Statistik Nasional Tiongkok (NBS) menunjukkan Penjualan Ritel naik 2,9% YoY di Oktober. Angka ini sedikit lebih rendah dari 3,0% di September, tapi tetap lebih baik dari perkiraan 2,7%. Produksi Industri naik 4,9% YoY, di bawah ekspektasi 5,5% dan juga lebih rendah dari 6,5% sebelumnya. Di sisi lain, Investasi Aset Tetap masih tertekan dengan -1,7% year-to-date, lebih lemah dibanding perkiraan -0,8%. Kombinasi angka ini memberi sinyal bahwa ekonomi Tiongkok belum sepenuhnya kuat, tapi juga belum seburuk yang dikhawatirkan pasar.

Dalam konferensi pers, NBS menegaskan bahwa Tiongkok akan terus mendorong “kekuatan produktif baru” dan melihat dinamika permintaan-penawaran yang mulai membaik. Kenaikan harga jasa dan barang industri membantu mendorong inflasi (CPI) Oktober kembali ke wilayah positif. Otoritas menilai proses stabilisasi ekonomi ini cukup kuat untuk mendukung target pertumbuhan sepanjang tahun, sehingga sentimen terhadap aset yang sensitif terhadap China, seperti AUD, mendapat sedikit angin segar.

Dari dalam negeri Australia, AUD juga mendapat tambahan dukungan dari data ketenagakerjaan yang membaik. Data tenaga kerja yang solid membuat pasar menilai Bank Sentral Australia (RBA) masih akan menjaga kebijakan moneter dalam mode “restriktif”. Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser menyebut bahwa kebijakan saat ini masih dianggap ketat, dan jika suatu saat tidak lagi sedikit restriktif, hal itu akan sangat memengaruhi keputusan suku bunga ke depan. Kombinasi sinyal “China tidak seburuk dugaan” dan prospek RBA yang tetap hati-hati inilah yang membuat AUD terlihat lebih percaya diri terhadap USD. (az)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

AUD/USD

AUD Tahan Kenaikan di $0,655

Dolar Australia bertahan di sekitar $0,655 pada Senin, melanjutkan penguatan 0,6% di Jumat menyusul pelemahan dolar AS setela...

8 September 2025 08:19
AUD/USD

AUD Melemah Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen Pasar

Dolar Australia (AUD) terus melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin (23/6), memperpanjang penurunan untuk hari ketiga...

23 June 2025 09:34
AUD/USD

AUD Kian Terpuruk: Trump, Tiongkok, dan RBA Jadi Beban Berat

Dolar Australia (AUD) melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin (07/07), melanjutkan tren penurunan untuk hari ketiga b...

7 July 2025 13:37
AUD/USD

AUD/USD Bisa Naik Hingga 1,0% Jika RBA Tetap Mempertahankan ...

AUD/USD bisa naik hingga 1,0% jika RBA tidak mengubah suku bunga, kata Kristina Clifton dari CBA dalam sebuah laporan penelit...

18 February 2025 07:20
BIAS23.com NM23 Ai