Dolar Australia Tertekan, Apakah RBA Akan Ubah Arah Kebijakan?
Nilai tukar dolar Australia (AUD) melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) untuk hari kedua berturut-turut. Tekanan ini muncul karena dolar AS menguat setelah muncul kabar positif terkait upaya pembukaan kembali pemerintahan Amerika Serikat. Penguatan dolar AS membuat mata uang lain, termasuk AUD, kehilangan sebagian daya tariknya di pasar global.
Meski begitu, dolar Australia masih berpotensi mendapat dukungan dari kebijakan Bank Sentral Australia (RBA). Wakil Gubernur RBA, Andrew Hauser, menyebutkan bahwa bank sentral menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Ia menegaskan pentingnya mempertahankan kebijakan moneter yang ketat karena pemulihan ekonomi Australia terjadi di tengah tingginya permintaan dan terbatasnya kapasitas produksi.
Sementara itu, Asisten Gubernur RBA, Brad Jones, mengingatkan bahwa pasar global saat ini masih berisiko tinggi dan belum sepenuhnya stabil. Ia juga menyoroti meningkatnya risiko geopolitik dan munculnya tanda-tanda perpecahan dalam cadangan emas bank-bank sentral dunia. Dengan banyak ketidakpastian global, nilai dolar Australia bisa tetap berfluktuasi dalam waktu dekat, tergantung arah kebijakan RBA dan perkembangan ekonomi internasional. (az)
Sumber: Newsmaker.id