RBA Ketat, AUD Siap Balik Ngebut!
Dolar Australia (AUD) melemah terhadap dolar AS (USD) pada Selasa setelah dua hari naik. Dukungan ke USD muncul dari harapan penyelesaian shutdown pemerintah AS yang makin dekat, sehingga minat pasar ke greenback pulih. Meski begitu, prospek AUD belum sepenuhnya redup karena arah kebijakan RBA yang tetap berhati-hati (cenderung ketat) bisa jadi penyangga.
Dari sisi domestik, Westpac Consumer Confidence melompat +12,8% ke 103,8 pada November pertama kali di atas 100 sejak Februari 2022 dan jadi lonjakan terkuat non-pandemi dalam tujuh tahun. Survei NAB juga menunjukkan Business Conditions naik ke 9 (dari 8), ditopang penjualan dan profit yang lebih kuat, sementara Business Confidence sedikit turun ke 6.
Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser menegaskan tantangan kebijakan saat ini “tidak biasa” dan menilai Australia perlu mempertahankan kondisi moneter yang ketat untuk menurunkan inflasi. Ia menyebut fase ini rumit: pemulihan ekonomi dimulai ketika permintaan sudah melebihi kapasitas, sehingga ruang pelonggaran dalam waktu dekat terbatas.
Ke depan, AUD bisa rebound jika nada RBA tetap hawkish dan data domestik solid. Namun, penguatan USD karena kabar akhir shutdown AS dan pergerakan imbal hasil Treasury bisa menahan pemulihan AUD. Singkatnya: fundamental Australia membaik, tapi arah AUD/ USD tetap ditentukan tarik-menarik antara RBA yang ketat dan sentimen global pro-USD.(asd)
Sumber: Newsmaker.id