Dolar Menguat, Kripto Terkoreksi Pasca Pernyataan Powell
Pasar kripto mengalami penurunan pada hari Rabu (29/10), seiring dengan menguatnya dolar AS dan melonjaknya imbal hasil Treasury yang mencapai lebih dari 4% setelah ketua Fed Powell yang memperingatkan bahwa pemangkasan suku bunga pada bulan Desember bukanlah sesuatu yang pasti meski pemangkasan suku bunga 25 basis poin yang dilakukan oleh The Fed ke kisaran target 3,75–4,00% dan keputusannya untuk mengakhiri pengurangan neraca pada bulan Desember.
Kenaikan imbal hasil obligasi AS membuat aset berisiko seperti kripto menjadi kurang menarik bagi investor, yang cenderung beralih ke instrumen yang memberikan imbal hasil lebih tinggi. Sementara itu, penguatan dolar AS turut menekan harga kripto, karena banyak investor yang mencari perlindungan di aset yang lebih stabil.
Bitcoin, sebagai mata uang kripto terbesar, diperdagangkan di bawah $112.000, mengalami penurunan lebih dari 2% pada hari itu. Ether, yang berada di bawah tekanan serupa, juga turun lebih 2% di sekitar $3.900, meskipun masih didorong oleh sentimen positif dari sektor DeFi dan NFT. Investor kripto kini menghadapi ketidakpastian makroekonomi global, di mana kebijakan suku bunga dan perkembangan inflasi menjadi faktor penentu yang besar dalam pergerakan harga aset digital.
Meskipun demikian, permintaan terhadap aset digital tetap ada, didorong oleh adopsi teknologi blockchain yang semakin berkembang. Banyak perusahaan besar yang terus memasuki ruang kripto, meskipun harga jangka pendek tetap tertekan oleh faktor-faktor ekonomi global. Ke depan, mata uang kripto diperkirakan akan tetap dipengaruhi oleh keputusan The Fed dan dinamika pasar global yang lebih luas. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id