Kripto Melesat, Namun Risiko Regulasi Masih Membayangi
Pasar kripto menunjukkan performa positif pada hari Jumat (12/9), didorong oleh harapan bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga dalam pertemuan mendatang. Data ekonomi AS terbaru, termasuk klaim pengangguran yang melonjak dan inflasi produsen (PPI) yang mendingin, memperkuat peluang tersebut. Bitcoin bergerak naik di kisaran $114.000, sementara Ethereum mendapatkan dorongan dari sentimen positif dan aliran likuiditas ke aset risiko di $4.500. Altcoin juga ikut merangkai reli, terutama pada proyek-proyek yang menunjukkan adopsi nyata dan utilitas.
Ketertarikan institusional makin tampak dengan aktivitas ETF, token governan, dan stablecoin yang memperluas pangsa pasar. Misalnya, Binance Coin (BNB) mencetak harga tertinggi baru (sekitar $907) menyusul kerjasama strategis antara Binance dan Franklin Templeton, yang merancang produk aset digital global. Crypto-exchange besar dan perusahaan pengelola dana makin agresif memasukkan aset kripto ke portofolio mereka, seiring regulasi yang sedikit demi sedikit jelas serta permintaan investor terhadap produk yang terkait kripto meningkat.
Meski begitu, pasar kripto tidak bebas dari risiko. Pemangkasan suku bunga yang akan datang masih belum pasti dalam besaran dan nada komunikasinya; jika Fed memberikan sinyal hawkish, dolar bisa menguat kembali dan menggoyang aset kripto. Regulasi juga tetap menjadi faktor krusial — di AS dan negara-negara lain, perubahan kebijakan atau ketidakpastian regulasi bisa memicu volatilitas. Selain itu, meskipun minat terhadap proyek altcoin tinggi, likuiditas di beberapa token masih tipis, yang membuat koreksi besar tetap mungkin terjadi jika sentimen memburuk. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id