Strategi Besar Bitcoin Jadi Sorotan
Bitcoin menguat ke sekitar US$64.861, setelah bergerak dalam rentang US$63.252–US$65.040 pada perdagangan Kamis (30/7). Aset kripto terbesar tersebut mendapat dukungan dari pelemahan tekanan suku bunga, meskipun investor masih berhati-hati menghadapi konflik Timur Tengah dan laporan keuangan perusahaan teknologi.
Federal Reserve sebenarnya tidak menaikkan suku bunga, melainkan mempertahankannya di kisaran 3,50%–3,75% melalui voting 9–3. Data terbaru juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS melambat menjadi 1,5% pada kuartal kedua, sedangkan Core PCE bulanan hanya naik 0,1%. Data yang lebih lunak tersebut membantu Bitcoin karena mengurangi tekanan untuk menaikkan bunga dalam waktu dekat.
Namun, inflasi inti tahunan masih berada di 3,3%, jauh di atas target The Fed sebesar 2%. Serangan baru Amerika Serikat terhadap Iran dan risiko gangguan pasokan energi juga dapat kembali mendorong harga minyak serta inflasi, sehingga peluang kenaikan bunga pada pertemuan berikutnya belum sepenuhnya hilang.
Pasar juga menantikan laporan keuangan Strategy setelah penutupan Wall Street. Perusahaan tercatat memegang sekitar 843.775 Bitcoin dengan harga pembelian rata-rata US$75.476, lebih tinggi daripada harga Bitcoin saat ini. Dampaknya, Bitcoin masih berpeluang menguji US$65.000, tetapi kegagalan bertahan di atas level tersebut dapat memicu koreksi menuju US$63.250–US$64.000. (arl)
Sumber: Newsmaker.id