Crypto Labil: Harapan De-eskalasi Memudar, Bitcoin Terkoreksi
Bitcoin bergerak melemah pada Selasa (24/3), mundur dari kenaikan sesi sebelumnya ketika investor kembali menilai peluang de-eskalasi perang AS–Israel vs Iran yang masih penuh sinyal bertentangan. Bitcoin (BTC) terakhir berada di sekitar $69.761 dengan perubahan sekitar -0,70%.
Sentimen pasar kembali “rapuh” setelah sejumlah pernyataan dan bantahan dari pihak Iran membuat arah konflik sulit diprediksi. Di saat yang sama, harga minyak kembali menguat, menghidupkan lagi kekhawatiran bahwa inflasi energi bisa bertahan lebih lama dan menahan ruang penurunan suku bunga global. Untuk aset spekulatif dan non-yielding seperti kripto, skenario “suku bunga tinggi lebih lama” biasanya jadi hambatan.
Di pasar kripto utama lain, Ethereum (ETH) relatif lebih stabil dan cenderung menguat tipis di sekitar $2.133,68 (sekitar +0,52%). Sementara itu, altcoin besar bergerak campuran: XRP berada di sekitar $1,40 dan masih tercatat melemah sekitar -2,51% dalam 24 jam terakhir.
Untuk koin lain, pergerakan juga cenderung terbatas namun volatil: Solana (SOL) di sekitar $89,68 (sekitar -0,37%), Cardano (ADA) di sekitar $0,263 (sekitar +1,30%), dan Dogecoin (DOGE) di sekitar $0,0935 (sekitar -0,39%).
Inti Newsmaker: kripto masih bergerak “headline-driven.” Selama konflik Iran belum punya jalur penyelesaian yang jelas dan minyak tetap mudah bergejolak, pasar akan terus sensitif terhadap risiko inflasi—yang pada akhirnya mengunci narasi suku bunga dan membatasi ruang reli untuk aset spekulatif seperti Bitcoin. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id