Kripto Lesu, Fokus Bergeser ke The Fed
Bitcoin kembali melemah di sesi perdagangan hari Selasa (17/2), seiring pasar kripto bergerak hati-hati dalam kondisi likuiditas yang menipis akibat libur di sejumlah pasar utama. Pada saat penulisan, BTC turun tajam sekitar 2,9% ke $66.833 menandakan minat ambil risiko belum pulih penuh.
Tekanan datang dari kombinasi “mode tunggu” menjelang rangkaian rilis data AS dan sinyal kebijakan The Fed, ditambah ketidakpastian geopolitik menjelang lanjutan pembicaraan AS–Iran di Jenewa. Di sisi lain, kekhawatiran pasar bahwa suku bunga dapat bertahan lebih tinggi lebih lama—termasuk narasi perubahan kepemimpinan The Fed—masih menjadi faktor yang membuat aset spekulatif seperti kripto sulit bangkit.
Dari sisi korporasi, Strategy kembali jadi sorotan setelah menambah 2.486 BTC dan kini melaporkan total kepemilikan 717.131 BTC dengan rata-rata biaya sekitar $76.027 per koin. Dengan harga Bitcoin saat ini di area $67 ribuan, posisi tersebut berada di bawah harga rata-rata beli—mempertegas risiko volatilitas pada perusahaan dengan strategi “Bitcoin treasury”.
Sinyal risiko serupa juga terlihat dari perusahaan lain: Metaplanet melaporkan kerugian besar yang dipengaruhi penyesuaian valuasi atas kepemilikan Bitcoin, menunjukkan bagaimana penurunan harga kripto dapat cepat menekan laporan keuangan emiten yang menjadikan BTC sebagai aset utama.
Sementara itu, pergerakan altcoin cenderung campuran: Ether turun sekitar 1,5% ke $1.968, XRP melemah sekitar 1,3% ke $1,47, sedangkan BNB naik tipis sekitar 0,2% ke $616. Di kelompok memecoin, Dogecoin naik tipis sekitar 0,14% ke $0,1009, sementara token berticker TRUMP turun sekitar 0,25% ke $0,0394. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id