Bitcoin Rebound, Namun “Arus Keluar” Aset Risiko Belum Berakhir
Bitcoin mulai bangkit pada Jumat (6/2) setelah sempat tergelincir ke level terendah 16 bulan di sesi sebelumnya. Namun pemulihan ini belum mengubah gambaran besar: pasar kripto masih terseret arus risk-off global, ketika investor memilih mengurangi aset spekulatif di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter AS dan tekanan dari pasar saham teknologi.
Di sesi Eropa, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $64.894, setelah sempat mencetak high harian $71.734 dan menyentuh low $60.297. Rentang pergerakan yang sangat lebar ini menegaskan satu hal: volatilitas BTC lagi “gila”—harga bisa jungkir balik ribuan dolar dalam hitungan jam.
Meski rebound intraday terlihat kuat, Bitcoin tetap menuju penurunan mingguan yang dalam dan berada dalam jalur minggu ketiga berturut-turut melemah. Dalam mode seperti ini, pantulan sering terjadi karena short-covering dan “buy the dip”, tapi masih rentan gagal kalau sentimen global belum membaik.
Tekanan tambahan datang dari sisi korporasi: Strategy Inc (pemegang BTC korporasi terbesar) melaporkan kerugian kuartalan yang besar, terutama karena penurunan nilai kepemilikan Bitcoin-nya. Berita ini jadi bensin tambahan untuk sentimen negatif karena pasar membaca: kalau pemain besar ikut “tertekan”, volatilitas bisa makin liar.
Dari sisi makro, investor juga menimbang dampak politik dan kebijakan: pencalonan Kevin Warsh sebagai kandidat ketua The Fed berikutnya dinilai pasar berpotensi membawa nada kebijakan yang lebih ketat (hawkish), yang biasanya tidak ramah untuk aset spekulatif seperti kripto. Ditambah lagi, tekanan di saham teknologi AS memperkuat gelombang jual risk assets—dan kripto sering ikut terseret karena korelasi sentimen.
Altcoin ikut bergerak mengikuti pemulihan BTC, tapi lukanya lebih dalam. Ethereum (ETH) di sesi Eropa berada di sekitar $1.875, dengan range harian $1.757–$2.139—menandakan volatilitas altcoin juga masih tinggi dan rawan whipsaw. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id