Perak Naik, Dolar & Yield Jadi Kunci Jelang IHK AS
Perak (XAG/USD) menguat tipis dan bertahan di kisaran $48.72/oz, sejalan dengan stabilisasi emas pada hari Kamis (23/10), sementara pasar menunggu rilis CPI AS pada Jumat yang menjadi penentu arah dolar dan imbal hasil. Kenaikan hari ini relatif moderat—sekitar 1–2%—mencerminkan posisi wait-and-see setelah gejolak awal pekan.
Di balik pergerakan harga, dinamika pasokan dan arus perdagangan masih menjadi tema besar. Awal Oktober, lonjakan harga memicu squeeze di London dan melebarnya selisih spot–futures sehingga memicu arus perak dari Comex kembali ke London. Beberapa hari lalu, masuknya ribuan ton dari AS dan Tiongkok ke vault London membantu meredakan kelangkaan jangka pendek—sebuah faktor yang dapat menahan lonjakan impulsif meski sentimen tetap konstruktif.
Ke depan, volatilitas tetap tinggi: jejak koreksi tajam 21/10 masih terlihat pada data harian, sehingga trader menimbang rasio gold/silver dan arah suku bunga riil AS. Dari sisi pandangan strategis, HSBC baru-baru ini menaikkan proyeksi rata-rata harga perak 2025 di tengah kuatnya emas dan risiko geopolitik, namun outcome CPI kemungkinan jadi pemicu berikutnya untuk arah jangka pendek. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id