• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

8 December 2025 11:06  |

Perak Kalahkan Emas, Tapi Apakah Masih Layak Dikejar?

Harga perak bergerak naik-turun setelah reli tajam yang sempat membawa logam putih ini hanya terpaut sekitar satu dolar dari rekor US$59,33 per ons di sesi sebelumnya. Pada perdagangan terbaru, perak bahkan sempat turun hingga sekitar 1,4% karena para pelaku pasar memilih mengambil untung setelah lonjakan besar. Meski begitu, sentimen di balik pergerakan perak masih terbilang kuat. Arus masuk ke ETF yang didukung perak pekan lalu menjadi yang terbaik sejak Juli, dengan tambahan hampir 590 ton, menandakan banyak investor yang masih percaya bahwa reli ini belum selesai.

Dari sisi teknikal, perak mulai menunjukkan tanda-tanda jenuh beli. Indeks kekuatan relatif (RSI) 14 hari sempat berfluktuasi di sekitar level 70 sepanjang pekan lalu – zona yang biasanya dianggap overbought oleh banyak trader – dan kini berada di kisaran 68,5. Seorang analis investasi, Justin Lin dari Global X Management Co., menilai reli perak saat ini sudah tampak “berbusa” dan menyoroti perilaku investor ritel yang cenderung mengejar momentum. Di sisi fundamental, perak sudah lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun ini, mengungguli kenaikan emas sekitar 60%, dengan dorongan utama dari ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan memangkas suku bunga seperempat poin pada pertemuan terakhir tahun ini, sehingga logam mulia tanpa imbal hasil bunga seperti perak dan emas menjadi lebih menarik.

Di balik itu, pasar perak juga masih merasakan efek “gempa susulan” short squeeze bersejarah. Suku bunga sewa perak di London masih tinggi di sekitar 6%, walaupun pasokan logam mengalir deras ke pusat perdagangan utama tersebut. Kondisi ini menekan pusat-pusat perdagangan lain, dengan stok perak di Shanghai mendekati titik terendah dalam satu dekade. Aktivitas di pasar derivatif pun memanas: opsi pada kontrak berjangka perak Comex mencatat aksi beli besar-besaran, sementara volume kontrak berjangka mikro naik tajam seiring derasnya masuk investor ritel. Di sisi lain, bank sentral Tiongkok terus menambah cadangan emas untuk bulan ke-13 berturut-turut, memberi sinyal bahwa minat terhadap logam mulia secara keseluruhan masih sangat kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. (az)

 

Sumber: Newsmaker.id

Related News

SILVER

Setelah Tergelincir, Perak Kembali Bersinar di $36

Harga perak (XAG/USD) memangkas kerugian intraday-nya, diperdagangkan sekitar $36,10 per troy ounce selama jam Asia pada hari...

24 June 2025 10:24
SILVER

Konflik Meningkat, Tapi Perak Malah Melemah Kenapa?

Harga Perak (XAG/USD) bergerak turun ke sekitar $36,20 selama jam perdagangan Asia pada hari Senin. Pemulihan Greenback membe...

16 June 2025 11:14
SILVER

Dolar Turun ke Titik Terendah Baru Tahun Ini karena Kisah Ta...

Dolar turun untuk hari kelima karena para pedagang mengabaikan penangguhan tarif elektronik tertentu dan setelah Presiden Don...

14 April 2025 12:14
SILVER

Pasar Heboh! Perak Naik Tajam, Stok Fisik Mulai Langka

Harga perak terus melonjak dan kini diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Kenaikan ini didorong o...

14 July 2025 15:11
BIAS23.com NM23 Ai