Perak Bangkit Lagi Mendekati Rekor, Fed Jadi Kunci?
Harga perak (XAG/USD) naik sekitar 0,5% ke area $57,50 pada sesi Asia hari Jumat(5/12). Penguatan ini terjadi setelah perak sempat terkoreksi mendekati $56,50 dari level tertinggi sepanjang masa di $58,90, sehingga terlihat seperti fase “rehat sejenak” sebelum mencoba lanjut naik. Kembalinya minat beli menunjukkan bahwa sentimen bullish di pasar perak masih cukup kuat.
Pendorong utama reli kali ini adalah keyakinan pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga minggu depan. Menurut CME FedWatch, probabilitas Fed menurunkan bunga 25 bps ke 3,50%–3,75% pada pertemuan Desember kini sekitar 87%. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan aset tanpa imbal hasil seperti perak, karena biaya peluang memegang logam mulia menjadi lebih kecil.
Menariknya, spekulasi dovish ini justru berlawanan dengan nada hati-hati Ketua Fed Jerome Powell pada konferensi Oktober, yang mengatakan penurunan suku bunga Desember “masih jauh dari pasti”. Namun data terbaru pasar tenaga kerja AS memberi tekanan ke Fed: laporan ADP menunjukkan sektor swasta kehilangan 32 ribu pekerjaan pada November, berlawanan dengan ekspektasi penambahan 5 ribu. Sejumlah pejabat FOMC juga mulai terbuka mendukung pelonggaran kebijakan lebih lanjut karena khawatir risiko pelemahan pasar tenaga kerja, dan itu ikut menjadi bahan bakar tambahan bagi reli perak. (az)
Sumber: Newsmaker.id