Perak Dekat Rekor Tertinggi, Pasar Yakin The Fed Akan Potong Bunga
Perak bergerak stabil di dekat rekor tertinggi pada perdagangan Kamis, di kisaran sekitar $58,50 per troy ounce, hanya kurang dari satu dolar dari level tertinggi sepanjang masa yang tercapai sehari sebelumnya di $58,97. Logam ini sudah naik selama delapan hari berturut-turut, didukung spekulasi soal pasokan yang ketat dan harapan suku bunga AS yang akan turun, yang biasanya menguntungkan logam mulia karena tidak memberikan bunga.
Kenaikan perak semakin kuat setelah data ketenagakerjaan versi ADP menunjukkan perusahaan-perusahaan AS memangkas tenaga kerja pada November dengan jumlah terbesar sejak awal 2023. Data ini menambah kekhawatiran melemahnya pasar tenaga kerja dan memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve hampir pasti akan memotong suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 9–10 Desember. Di saat yang sama, indeks dolar AS juga turun sekitar 0,4%, sehingga membuat perak dan logam mulia lain terasa lebih murah bagi pembeli di luar negeri.
Sementara itu, emas hanya naik tipis sekitar 0,1% ke level $4.206,89 per troy ounce, menandakan pergerakan yang lebih tenang dibanding perak. Di jajaran logam mulia lainnya, palladium tercatat menguat, sedangkan platinum justru sedikit melemah. Secara keseluruhan, kombinasi pelemahan dolar, ekspektasi penurunan suku bunga, dan kekhawatiran pasokan membuat perak saat ini menjadi salah satu bintang utama di pasar komoditas.(asd)
Sumber: Newsmaker.id