Silver Tenang, Tapi Lagi Diincar Banyak Investor?
Perak (XAG/USD) masih bergerak di dekat level tertingginya sejak pertengahan Oktober, didukung kombinasi ekspektasi pemangkasan suku bunga global dan melemahnya Dolar AS. Prospek suku bunga yang lebih rendah membuat aset tanpa imbal hasil seperti perak dan emas jadi relatif lebih menarik dibanding obligasi. Di saat yang sama, kekhawatiran terhadap ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik mendorong sebagian investor mencari “safe haven alternatif” selain emas, dan perak ikut kecipratan aliran dana tersebut.
Secara fundamental, perak punya keunggulan ganda: bukan hanya logam mulia untuk lindung nilai inflasi dan pelemahan mata uang, tapi juga logam industri yang banyak digunakan di sektor panel surya, elektronik, dan kendaraan listrik. Permintaan jangka panjang dari transisi energi hijau dan teknologi ini menjadi cerita besar yang menopang outlook perak, meski data ekonomi jangka pendek kadang memicu fluktuasi harga. Selama narasi “suku bunga ke depan cenderung lebih rendah” dan permintaan industri tetap kuat, perak berpeluang tetap menjadi salah satu aset yang dilirik dalam portofolio komoditas investor.
Di sisi lain, aliran dana ke produk investasi berbasis perak-seperti ETF dan instrumen derivatif-juga ikut menopang harga. Saat investor mulai melakukan diversifikasi dari saham teknologi dan obligasi pemerintah, sebagian dana bergeser ke logam mulia, termasuk perak, untuk menyeimbangkan risiko portofolio. Jika tren ini berlanjut, potensi perak untuk mempertahankan penguatannya masih cukup terbuka, terutama bila data ekonomi berikutnya kembali menguatkan skenario pelonggaran kebijakan moneter di negara-negara utama. (az)
Sumber: Newsmaker.id