Harapan Cut Rate & Permintaan Industri Mendominasi Harga Perak
Harga perak pada hari Rabu (26/11), masih melanjutkan reli dan bergerak di atas $52 per troy ons, level tertinggi lebih dari sepekan. Sejumlah kotasi menunjukkan perak diperdagangkan di kisaran $51,8–52,3 per ons dengan kenaikan sekitar 1–2% dalam sehari, mengikuti penguatan emas dan turunnya imbal hasil obligasi AS.
Secara fundamental, dorongan utama datang dari meningkatnya keyakinan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertemuan Desember, dengan probabilitas di pasar derivatif kini di atas 80%. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi, sehingga membuat aset tanpa kupon seperti perak lebih menarik. Serangkaian data AS yang cenderung lemah serta komentar dovish pejabat Fed memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan moneter akan beralih ke fase yang lebih longgar.
Di luar faktor suku bunga, fundamental jangka menengah perak juga ditopang sisi pasokan dan permintaan. Stok perak di China turun ke level terendah hampir satu dekade, sementara ekspor besar ke London beberapa waktu lalu menandakan ketatnya pasokan fisik di Barat. Pada saat yang sama, permintaan industri—khususnya untuk panel surya—dan minat investor membuat perak menjadi salah satu logam dengan kinerja terbaik sepanjang 2025, sehingga banyak analis masih melihat ruang kenaikan meski potensi koreksi tetap perlu diwaspadai. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id