Minyak Dekati Level Tertinggi 6 Bulan
Harga minyak menguat pada Kamis (19/2), mendekati level tertinggi enam bulan, seiring meningkatnya kekhawatiran potensi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua pihak dilaporkan meningkatkan aktivitas militer di Timur Tengah—kawasan yang menjadi pusat produksi dan jalur distribusi energi global.
Kontrak berjangka Brent naik $1,13 (1,6%) ke $71,48/barel pada 14:18 GMT, sementara WTI menguat $1,16 (1,8%) ke $66,35/barel. Setelah melonjak lebih dari 4% pada Rabu, Brent bertahan di dekat level tertinggi sejak Agustus tahun lalu, sementara WTI mencetak puncak enam bulan.
Kenaikan terbaru ini mempertegas membesarnya premi risiko geopolitik, karena pasar menilai jalur energi paling vital dunia kembali berada dalam jarak dekat terhadap potensi eskalasi. Sekitar 20% pasokan minyak global melintasi Selat Hormuz di dekat Iran—sehingga gangguan kecil sekalipun bisa berdampak besar pada sentimen harga.
Media pemerintah Iran melaporkan Selat Hormuz sempat ditutup beberapa jam pada Selasa untuk latihan militer, tanpa penjelasan rinci apakah jalur tersebut sudah sepenuhnya normal kembali. Iran juga disebut merencanakan latihan angkatan laut bersama Rusia, sementara pemberitahuan penerbangan (NOTAM) mengindikasikan rencana peluncuran roket di wilayah selatan Iran pada Kamis.
Di saat yang sama, AS mengerahkan kapal perang di dekat Iran. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan Washington sedang mempertimbangkan apakah akan melanjutkan diplomasi dengan Teheran atau memilih “opsi lain”—komentar yang menjaga pasar tetap waspada dan membuat minyak bertahan kuat di dekat puncak terbaru.(yds)
Sumber: Newsmaker.id