• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

19 February 2026 03:35  |

Oil Rally Terbesar Sejak Oktober, Hormuz Jadi Pemicu

Harga minyak melonjak tajam pada Rabu (18/2), mencatat kenaikan harian terbesar sejak Oktober, saat pelaku pasar menimbang apakah pembicaraan AS–Iran benar-benar cukup untuk mencegah konflik. Sentimen memburuk setelah muncul laporan bahwa opsi intervensi militer AS bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan.

Di penutupan, WTI melesat +4,6% dan finis di sekitar $65,11 per barel, sementara Brent naik ke $70,22 per barel, menembus $70 untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua minggu. Lonjakan ini menandakan “risk premium” kembali masuk ke harga.

Axios melaporkan bahwa bila eskalasi terjadi, operasi militer AS kemungkinan berupa kampanye berminggu-minggu, bukan operasi singkat seperti yang terjadi di Venezuela bulan lalu. Laporan itu juga menyebut pemerintah Israel mendorong target yang lebih agresif, termasuk skenario yang mengarah pada perubahan rezim.

Pusat kekhawatiran pasar tetap sama: Selat Hormuz. Rute ini adalah “keran” utama ekspor energi kawasan Teluk, sehingga setiap gangguan—bahkan sementara—langsung memicu lonjakan harga. Dalam beberapa hari terakhir, Iran juga dikabarkan melakukan penutupan sementara di area Hormuz terkait latihan militer, menambah sensitivitas pasar.

Di sisi diplomasi, pembicaraan belum menghasilkan kesimpulan final. Teheran menyebut ada “kesepakatan umum” soal syarat deal nuklir potensial, sementara pihak AS menyatakan negosiator Iran akan kembali dengan proposal baru dalam dua minggu—namun pasar membaca prosesnya masih rapuh.

Tekanan geopolitik juga melebar dari sisi lain: pembicaraan damai Rusia–Ukraina yang dimediasi AS di Jenewa kembali buntu dan berakhir cepat, memicu kekhawatiran risiko konflik berkepanjangan tetap tinggi. Pada saat bersamaan, AS mengumumkan pembatasan visa terhadap sejumlah pejabat Iran dan pemimpin sektor telekomunikasi, menambah sinyal bahwa tensi politik belum benar-benar reda.

Kesimpulannya, reli minyak kali ini bukan sekadar reaksi teknikal—pasar sedang mem-price-in skenario “dua jalur”: diplomasi yang masih berjalan, namun ruang eskalasi militer yang terasa makin dekat. Selama ketidakpastian Hormuz dan headline geopolitik masih dominan, pergerakan oil berpotensi tetap liar dan sensitif terhadap setiap kabar baru. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
OIL

Brent Stabil, Risiko Hormuz Belum Hilang

Harga minyak bergerak stabil setelah Amerika Serikat dan Iran menyampaikan nada positif dalam pembicaraan terkait program nuk...

18 February 2026 15:41
BIAS23.com NM23 Ai