Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS–Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih lebih “noise” dibanding sinyal surplus jangka pendek.
Per 15:50 WIB, Brent berada di $69,60/barel (+0,29%) dan WTI di $64,83/barel (+0,31%). Kenaikan berlangsung moderat, tapi cukup untuk menjaga harga tetap dekat area psikologis $70 untuk Brent.
Dari sisi geopolitik, fokus pasar tertuju pada potensi eskalasi di Timur Tengah. Laporan terbaru menyebut Pentagon mengarahkan kelompok serang kapal induk kedua untuk bersiap jika diperlukan, sementara proses diplomasi AS–Iran masih berjalan tanpa kepastian jadwal putaran berikutnya. Kombinasi “negosiasi jalan, opsi militer tetap disiapkan” inilah yang membuat trader enggan melepas posisi panjang terlalu cepat.
Namun, ruang kenaikan tetap “dibatasi” oleh data suplai. EIA melaporkan stok minyak mentah AS naik 8,5 juta barel menjadi 428,8 juta barel pada pekan terbaru—angka yang memperkuat narasi pasokan masih longgar, khususnya jika tensi tak berubah menjadi gangguan fisik pada aliran minyak.
Intinya: selama risiko Iran belum “padam”, minyak cenderung tetap ditopang. Tapi kalau headline mereda sementara stok terus naik, pasar berpotensi cepat masuk mode profit taking—terutama di area Brent dekat $70. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id