Minyak Naik Lagi: Venezuela & Rusia Bikin Pasar Panas
“berisik” daripada kekhawatiran lama soal surplus pasokan global. Artinya, meski pasokan dunia dinilai masih berlebih, pasar tetap menaikkan harga karena takut ada gangguan suplai dari faktor politik.
Di perdagangan terbaru, WTI naik mendekati $57/barel setelah sehari sebelumnya menguat sekitar 1,2%, sementara Brent bertahan di atas $60/barel. Pemicunya, Washington menerapkan blokade terhadap kapal tanker Venezuela yang terkena sanksi, dan Trump menuduh Venezuela telah mengambil “hak energi” AS.
Dari sisi Rusia, AS juga disebut menyiapkan gelombang sanksi baru untuk sektor energi Rusia jika Presiden Vladimir Putin menolak kesepakatan damai dengan Ukraina. Salah satu opsi yang dibahas adalah memperketat tekanan pada “shadow fleet” tanker dan pihak-pihak yang membantu ekspor minyak Rusia.
Meski begitu, gambaran besar pasar minyak masih belum sepenuhnya bullish. Minyak masih berisiko mencatat penurunan tahunan karena kekhawatiran pasokan global akan lebih besar daripada permintaan. Bahkan WTI sempat menyentuh level terendah sejak 2021 awal pekan ini, dan sejumlah indikator dari Timur Tengah sampai AS memberi sinyal pasar sedang “lemah”.
Di Venezuela sendiri, situasinya makin rumit: fasilitas penyimpanan dan tanker di terminal dilaporkan cepat penuh. Kalau kapasitas mencapai batas maksimum, perusahaan minyak negara PDVSA—yang memproduksi mendekati 1 juta barel per hari—bisa terpaksa mengurangi produksi atau menutup sebagian sumur. Presiden Nicolas Maduro menolak tekanan AS dan menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada upaya pergantian rezim.(asd)
Sumber: Bloomberg.com