Minyak Tertekan, Pasar Cemas Banjir Pasokan
Harga minyak bertahan stabil setelah ditutup di level terendah sejak 2021 pada perdagangan Rabu(17/12). Tekanan datang dari tanda-tanda kelebihan pasokan yang semakin jelas di pasar global, membuat pelaku pasar tetap berhati-hati.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di dekat US$55 per barel setelah anjlok hampir 6% dalam empat sesi terakhir. Sementara itu, Brent berada sedikit di bawah US$59 per barel. Pelemahan terlihat di berbagai wilayah, dari Timur Tengah hingga Amerika Serikat, seiring proyeksi Badan Energi Internasional tentang lonjakan kelebihan pasokan terbesar sejak masa pandemi.
Pasokan berlebih ini dipicu oleh langkah OPEC+ yang dengan cepat mengembalikan produksi yang sebelumnya dipangkas. Di sisi lain, produsen non-OPEC juga meningkatkan produksi. Kondisi ini membuat harga minyak berada di jalur penurunan tahunan, ditambah spekulasi potensi kesepakatan damai di Ukraina yang bisa melonggarkan pembatasan ekspor minyak Rusia.
Di tengah situasi tersebut, empat kapal tanker besar yang semula menuju Venezuela dilaporkan berbalik arah. Langkah ini menyusul penyitaan kapal tanker yang terkena sanksi oleh pasukan AS di perairan Karibia. Presiden Donald Trump juga meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Nicolas Maduro, dengan tujuan membatasi pendapatan minyak Venezuela yang krusial. (az)
Sumber: Newsmaker.id