• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

17 December 2025 04:05  |

Minyak Turun Dibawah $55—Damai Ukraina Jadi Tekanan?

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun ke bawah $55 per barel untuk pertama kalinya sejak Februari 2021. Pasar makin yakin pasokan minyak dunia sekarang lebih cepat naik dibanding permintaan, ditambah kabar kemajuan pembicaraan damai Ukraina yang bisa membuka peluang lebih banyak minyak Rusia masuk ke pasar global.

Pada penutupan perdagangan, kontrak minyak AS memangkas sebagian penurunan tapi tetap ditutup turun 2,7% ke $55,27. Sementara Brent juga turun 2,7% dan ditutup di $58,92, mempertegas tekanan yang lagi dominan di pasar minyak.

Dari sisi pasokan, tanda-tanda “kebanyakan minyak” makin jelas. Harga minyak dari Timur Tengah mulai membentuk pola contango (harga pengiriman dekat lebih murah dibanding pengiriman bulan-bulan berikutnya), sinyal klasik bahwa pasokan melimpah. Pola serupa juga terlihat pada sebagian minyak di wilayah Teluk AS, dan kurva WTI menunjukkan selisih kontrak bulan ini dengan bulan depan sangat tipis, menandakan pasar tidak kekurangan minyak untuk sekarang.

Dari sisi permintaan, situasinya juga rapuh. Premi bensin dan diesel terhadap minyak mentah—yang sebelumnya sempat menopang harga—mulai mereda. Ditambah lagi, data tenaga kerja AS yang melemah memberi sinyal ekonomi bisa melambat, yang artinya permintaan energi juga berpotensi ikut turun.

Walau begitu, beberapa analis melihat pasar sudah “terlalu ramai posisi jual”. Ada data yang menunjukkan pelaku strategi trend-following masih sangat dominan short di Brent dan WTI. Kondisi ini bikin potensi rebound cepat tetap ada kalau muncul berita bullish mendadak (misalnya headline geopolitik baru) yang memaksa para trader menutup posisi jualnya.

Namun arah besarnya masih berat ke bawah. Produksi global diperkirakan tetap meningkat dari OPEC+ dan negara produsen lain, sementara lembaga energi internasional memperkirakan surplus tahun depan bisa jadi yang terbesar. Penurunan harga ini bisa meringankan inflasi dan bikin bensin lebih murah, tapi juga menekan anggaran negara produsen minyak yang butuh harga jauh lebih tinggi untuk “balik modal”.

Tekanan beberapa hari terakhir juga diperparah oleh kabar Ukraina: Zelenskiy menyebut ada kesepakatan dengan AS untuk membuat jaminan keamanan “mengikat secara hukum” lewat Kongres sebagai bagian dari rencana perdamaian. Timnya juga melanjutkan pembicaraan di Berlin bersama utusan AS. Meski begitu, jalan menuju kesepakatan masih panjang karena Rusia disebut belum bergeser dari tuntutan wilayahnya.(yds)

Sumber: Bloomberg.com

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai