Minyak Terjun, Apakah Dunia Kembali ke Era Surplus?
Harga minyak dunia terus melemah setelah sebelumnya anjlok tajam lebih dari 4%. Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kini berada di kisaran $58 per barel, sementara Brent turun ke bawah $63. Penurunan ini terjadi setelah OPEC melaporkan bahwa pasokan minyak global sudah melebihi permintaan pada kuartal ketiga. Kondisi ini menandakan bahwa surplus minyak yang sudah lama ditunggu akhirnya mulai terasa di pasar.
Tanda-tanda kelebihan pasokan juga terlihat dari perubahan pola harga di pasar minyak. Spread cepat WTI sempat bergerak ke arah contango, yaitu situasi ketika harga minyak untuk pengiriman mendatang lebih tinggi daripada harga saat ini - pertanda bahwa pasokan jangka pendek berlimpah. Selain itu, Badan Informasi Energi AS (EIA) juga menaikkan perkiraan produksi minyak Amerika untuk tahun depan, menambah tekanan pada harga global.
Kelebihan pasokan ini sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya produksi dari negara-negara anggota OPEC+ seperti Rusia, serta produsen lain di luar aliansi tersebut. CEO Chevron, Mike Wirth, mengatakan banyak pasokan minyak yang kembali ke pasar setelah sempat ditahan. Analis memperkirakan tekanan harga bisa berlanjut jika laporan bulanan dari Badan Energi Internasional (IEA) menunjukkan sinyal surplus lebih besar. Dunia energi kini menanti apakah tren ini akan berlanjut menuju kelebihan pasokan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. (az)
Sumber: Newsmaker.id