• Sat, Mar 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 November 2025 03:17  |

Minyak Naik, Bayang Oversupply Belum Padam

Harga minyak naik sekitar $1 pada hari Selasa (11/11) akibat dampak sanksi terbaru AS terhadap minyak Rusia dan optimisme akan berakhirnya shutdown pemerintahan AS, meski kekhawatiran kelebihan pasokan membatasi kenaikan.

Kontrak berjangka Brent ditutup naik $1,10, atau 1,72%, ke $65,16 per barel. West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 91 sen, atau 1,51%, menjadi $61,04 per barel.

Investor terus menilai dampak sanksi AS terhadap Rusia dan pengaruhnya pada pasar minyak mentah serta bahan bakar olahan.

Lukoil Rusia menyatakan force majeure di salah satu ladang minyak Irak yang mereka operasikan, kata sumber kepada Reuters pada Senin, menandai dampak terbesar sejauh ini dari sanksi yang diberlakukan bulan lalu.

Pembatasan ekspor bahan bakar akibat sanksi tersebut menopang harga minyak meskipun terjadi kelebihan pasokan minyak mentah, kata analis PVM Tamas Varga.

“Rangkaian sanksi AS yang baru terhadap produsen dan eksportir minyak utama Rusia membebani ekspor produk,” ujar Varga. Akibatnya, minyak pemanas dan bensin bergerak berbeda arah dibanding minyak mentah.

Produsen Timur Tengah—Saudi Arabia, Irak, dan Kuwait—akan menaikkan pasokan minyak mentah ke India pada Desember karena kilang-kilang India mencari alternatif pengganti minyak Rusia, kata sumber di empat kilang India pada Selasa.

Pasar juga mendapat dukungan karena penutupan pemerintah AS terpanjang dalam sejarah bisa berakhir pekan ini setelah Senat menyetujui kompromi yang akan memulihkan pendanaan federal.

Awal bulan ini, OPEC+ sepakat menaikkan target produksi Desember sebesar 137.000 barel per hari, namun juga sepakat untuk jeda kenaikan pada kuartal pertama tahun depan.

“Pasar minyak juga menghadapi kelebihan pasokan yang cukup besar pada tahun mendatang, yang membuat harga kemungkinan tetap tertekan. Penyebab utamanya adalah ekspansi pasokan signifikan oleh OPEC+,” tulis analis Commerzbank dalam sebuah catatan.

OPEC+, yang mencakup Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya seperti Rusia, telah menambah 2 juta barel per hari sejak April, dan kesediaan dalam kelompok tersebut untuk membalikkan pemotongan produksi sukarela lebih lanjut setelah jeda kuartal pertama dapat menambah 1 juta barel per hari lagi pada tahun mendatang, tambah Commerzbank.(yds)

Sumber: Reuters.com

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai