Harga Minyak Tertekan, Stok AS Naik dan Ketegangan Rusia-Tiongkok Berlanjut
Harga minyak turun untuk hari kedua berturut-turut setelah laporan industri menunjukkan kenaikan stok minyak AS terbesar dalam lebih dari tiga bulan. Harga Brent merosot menuju $64 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar $60 per barel. Laporan dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS naik sebesar 6,5 juta barel minggu lalu, yang merupakan lonjakan terbesar sejak 25 Juli, jika dikonfirmasi oleh data resmi yang akan dirilis nanti.
Penurunan harga minyak ini juga dipicu oleh rally global saham yang terhambat dan penguatan dolar AS, yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari lima bulan. Penguatan dolar membuat minyak dan komoditas lainnya yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional. Selain itu, produksi minyak yang meningkat dari OPEC+ dan negara non-anggota memperburuk kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global.
Di sisi lain, para trader juga memantau serangan terhadap infrastruktur Rusia setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan intensifikasi serangan pada akhir bulan lalu. Ukraina mengklaim telah menyerang kilang minyak Lukoil di Nizhny Novgorod yang memproses sekitar 340.000 barel minyak per hari, serta beberapa fasilitas lainnya di Rusia. Serangan ini menambah ketidakpastian pasar minyak global.
Harga Brent untuk pengiriman Januari turun 0,5% menjadi $64,10 per barel pada pukul 8:10 pagi waktu Singapura, sementara WTI untuk pengiriman Desember jatuh 0,6% menjadi $60,19 per barel.(Asd)
Sumber : Newsmaker.id