Emas Naik untuk Hari Keempat Terkait Pembelian Safe-Haven dan Dolar yang Melemah
Emas diperdagangkan lebih tinggi untuk sesi keempat berturut-turut pada Kamis pagi karena dolar melemah dan perang Rusia terhadap Ukraina meningkat.
Emas untuk pengiriman Februari terakhir terlihat naik US$15,30 menjadi US$2.690,90 per ons.
Emas turun tajam setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan AS, karena dolar melonjak. Meskipun logam tersebut belum menantang rekor tertinggi 30 Oktober di US$2.800,80, logam tersebut telah pulih karena ketegangan internasional meningkat.
Pembelian safe-haven menawarkan dukungan untuk logam mulia setelah Ukraina pada Selasa melakukan serangan pertamanya di wilayah Rusia menggunakan rudal yang dipasok asing. Awal minggu ini, Pemerintah Biden telah mengizinkan penggunaannya untuk membantu mengusir tentara Rusia. Ukraina mengatakan Rusia menanggapi dengan meluncurkan rudal balistik antarbenua di kota Dnipro, meskipun penggunaan rudal tersebut belum dikonfirmasi, The Guardian melaporkan. "Emas telah menelusuri kembali separuh dari koreksi 253 dolar baru-baru ini karena kekhawatiran geopolitik terus memberi momentum baru," catat Saxo Bank.
Dolar bergerak lebih rendah di awal, dengan indeks dolar ICE terakhir terlihat turun 0,08 poin menjadi 106,6.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga lebih rendah, dengan obligasi dua tahun AS terakhir terlihat membayar 4,315%, turun 1,6 basis poin, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun turun 1,0 poin menjadi 4,398%.(mrv)
Sumber : MT Newswires