Emas Anjlok ke Terendah Sejak Maret, Ancaman Trump ke Iran Tekan Sentimen
Emas memperpanjang pelemahan pada Rabu (10/6) setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan menyerang Iran, memicu kekhawatiran bahwa gangguan pasokan minyak dapat bertahan lebih lama dan menjaga tekanan inflasi tetap tinggi. Kondisi ini membuat pasar kembali memperhitungkan risiko suku bunga AS yang lebih tinggi.
Harga emas spot turun 3,2% ke US$4.125,61/oz pada pukul 12.41 siang waktu New York, menjadi level intraday terendah sejak Maret. Pelemahan ini terjadi setelah komentar terbaru Trump yang menyatakan AS akan menyerang Iran “dengan sangat keras”, di tengah eskalasi baru dekat Selat Hormuz.
Ketegangan meningkat setelah pasukan AS menyerang sejumlah lokasi Iran di dekat Selat Hormuz, menyusul tuduhan Trump bahwa Teheran menembak jatuh helikopter AS di lepas pantai Oman. Iran kemudian membalas melalui Garda Revolusi dengan meluncurkan misil ke empat target Amerika. Eskalasi ini kembali menguji gencatan yang sebelumnya sudah rapuh.
Bagi pasar emas, konflik tersebut tidak otomatis menjadi katalis safe haven. Fokus investor justru bergeser ke dampak inflasi energi. Jika Selat Hormuz tetap hampir tertutup dan harga minyak terus naik, tekanan inflasi global bisa bertahan lebih lama. Dalam kondisi itu, The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi atau kembali menaikkannya.
Data ekonomi AS juga menambah tekanan. Inflasi utama dilaporkan mengalami akselerasi terbesar dalam lebih dari tiga tahun, memperkuat kekhawatiran bahwa bank sentral AS belum memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan. Emas cenderung tertekan dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan bunga atau dividen.
Secara lebih luas, emas kini berada sekitar 22% di bawah level sebelum perang Iran pecah pada akhir Februari. Perak ikut turun 0,6%, platinum melemah, sementara palladium menguat. Indeks dolar Bloomberg turun tipis 0,1%, tetapi pelemahan dolar belum cukup menahan tekanan dari kombinasi eskalasi geopolitik, kenaikan minyak, dan ekspektasi suku bunga.(Arl)*
Sumber : Newsmaker.id