Emas Naik Saat Harapan Perdamaian Timur Tengah Meningkat
Harga emas kembali menguat di atas $4.500 per ons pada hari Kamis, didorong oleh melemahnya dolar dan turunnya harga minyak, setelah muncul optimisme atas potensi penyelesaian konflik Timur Tengah. Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon dianggap sebagai langkah awal yang bisa meredakan ketegangan lebih luas, termasuk konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
Selain itu, Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dikuasai Partai Republik telah mengesahkan resolusi untuk mencegah Presiden Donald Trump melanjutkan aksi militer terhadap Iran, memberikan sentimen positif bagi pasar. Namun, ketidakpastian masih tinggi terkait berakhirnya perang, sementara risiko geopolitik tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi harga emas.
Sejak awal konflik pada akhir Februari, harga emas telah turun sekitar 16%, dipicu oleh lonjakan harga minyak yang menimbulkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.
Meski demikian, perusahaan konsultan Metals Focus memperkirakan emas akan melanjutkan tren kenaikannya di paruh kedua tahun 2026, meski permintaan diproyeksikan turun sekitar 2% akibat penurunan pembelian perhiasan dan oleh bank sentral.
Pasar kini memantau perkembangan politik dan ekonomi global secara cermat, termasuk harga energi dan keputusan Federal Reserve, yang akan menjadi indikator penting bagi arah pergerakan emas ke depan.(gn)
Sumber: Newsmaker.id