Emas Tertahan Jelang Negosiasi Iran
Harga emas bergerak stabil setelah mencatat kenaikan selama tiga hari beruntun, seiring pelaku pasar menimbang prospek kesepakatan terkait perang Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan ia “optimistis” soal kesepakatan dengan Iran, meski penutupan Selat Hormuz masih berlanjut dan menjadi sumber ketidakpastian utama.
Emas batangan berada di sekitar US$4.765 per ons pada awal perdagangan, setelah naik 2,5% dalam tiga sesi sebelumnya. Perhatian kini tertuju pada agenda perundingan Sabtu di Islamabad, ketika delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan bertemu pejabat Iran untuk membahas isu-isu kunci, termasuk dinamika arus energi di kawasan.
Ketegangan tetap membayangi karena Trump juga mengancam Teheran terkait dugaan pungutan biaya bagi kapal tanker yang melintas di Hormuz. Pada saat yang sama, serangan Israel di Lebanon turut menambah risiko terhadap stabilitas gencatan senjata yang dinilai rapuh, sehingga pasar cenderung berhati-hati dalam menambah posisi.
Di pasar keuangan, minyak naik untuk hari kedua tetapi masih mengarah pada pelemahan mingguan terbesar sejak Juni, sementara saham menguat pada Kamis. Indeks dolar Bloomberg turun 0,2% pada sesi sebelumnya, kondisi yang biasanya mendukung emas karena logam mulia dihargakan dalam dolar AS.
Namun sejak perang dimulai, emas tercatat turun hampir 10% karena sebagian investor melepas aset lindung nilai untuk menutup kerugian di instrumen lain. Selain itu, konflik yang berlangsung enam pekan meningkatkan risiko inflasi, sehingga memperbesar peluang bank sentral menunda pemangkasan suku bunga atau bahkan mempertimbangkan kenaikan, yang menjadi hambatan bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Dari sisi data AS, belanja konsumen hanya naik tipis pada Februari di tengah inflasi yang tetap tinggi, menurut laporan Bureau of Economic Analysis pada Kamis. Pasar menanti rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) Maret dari Bureau of Labor Statistics pada Jumat sebagai petunjuk arah inflasi dan ekspektasi kebijakan suku bunga.
5 poin inti:
- Emas stabil di sekitar US$4.765/ons setelah naik 2,5% dalam tiga sesi terakhir.
- Pasar menimbang peluang kesepakatan Iran, dengan fokus pada pembicaraan Sabtu di Islamabad dipimpin delegasi AS (JD Vance).
- Ketidakpastian tetap tinggi karena Selat Hormuz masih ditutup dan ada ancaman Trump terkait dugaan biaya lintasan tanker.
- Pelemahan Bloomberg Dollar Spot Index (-0,2%) menopang emas, di tengah saham menguat dan minyak naik dua hari.
- Risiko inflasi perang meningkatkan peluang suku bunga bertahan tinggi, sementara pasar menanti CPI AS Maret untuk arah kebijakan selanjutnya.(asd)
Sumber: Newsmaker.id