Emas Berayun Jelang Ultimatum Trump ke Iran
Harga emas berfluktuasi di sekitar $4.650 per ons pada hari Selasa, bergerak hati-hati ketika pasar bersiap menghadapi ultimatum Presiden AS Donald Trump kepada Iran. Batas waktu tersebut menuntut Iran membuka kembali Selat Hormuz dan menyetujui gencatan senjata, atau menghadapi pembalasan militer.
Di tengah ancaman itu, permusuhan dilaporkan meningkat. Teheran menyebut terjadi ledakan di Pulau Kharg serta di jembatan kereta api Yahya Abad di Kashan, sembari menyatakan akan melakukan pembalasan “di luar kawasan” jika AS melanggar “garis merahnya”.
Namun faktor makro tetap menahan minat emas. Krisis Iran menguatkan dolar AS dan mendorong pelaku pasar bertaruh melawan pemangkasan suku bunga Federal Reserve, mengurangi daya tarik emas. Emas juga masih sekitar 12% di bawah level sebelum konflik setelah mencatat penurunan bulanan terburuk sejak 2008 pada bulan Maret.
Dari sisi permintaan resmi, pembelian bank sentral China menjadi penopang sentimen: otoritas moneter menambah 160.000 ons troy pada Maret, peningkatan terbesar dalam lebih dari setahun, yang memberi dukungan terbatas ketika pasar menunggu kepastian arah geopolitik dan kebijakan moneter AS.(gn)
Sumber: Newsmaker.id