Emas Naik di $4450, Dolar Melemah Usai Trump Perpanjang Jeda Serangan Iran
Harga emas (XAU/USD) melanjutkan kenaikan moderat pada Jumat (27/3) dan naik di atas US$4.450 menjelang sesi Eropa, memulihkan sebagian pelemahan semalam.
Dukungan datang dari dolar AS yang melemah tipis setelah Presiden Donald Trump menunda serangan ke infrastruktur energi Iran dan memperpanjang tenggat pembukaan Selat Hormuz hingga 6 April, sehingga mengurangi dorongan safe-haven ke dolar dalam jangka pendek.
Meski demikian, ruang kenaikan emas dinilai tetap terbatas. Pasar makin yakin bank sentral utama—termasuk The Fed—akan mempertahankan sikap hawkish karena risiko geopolitik menjaga harga energi tinggi dan memperkuat kekhawatiran inflasi. Ekspektasi suku bunga “lebih tinggi lebih lama” menopang yield obligasi AS dan dapat kembali menguatkan dolar, yang biasanya menahan reli emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Ketidakpastian konflik juga masih besar. Trump menyebut Iran “memohon” untuk kesepakatan, sementara pejabat Iran membantah ada pembicaraan dan menilai peluang kesepakatan kecil. Pengerahan pasukan tambahan AS menambah spekulasi eskalasi, sehingga risiko geopolitik tetap aktif dan dapat menjaga dolar tetap mendapat dukungan sebagai mata uang cadangan global—faktor yang berpotensi membatasi upside emas.
Dengan latar fundamental tersebut, pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi lanjutan sebelum menyimpulkan pemulihan emas lebih berkelanjutan. Setelah memantul dari low empat bulan pada awal pekan, emas masih rentan berfluktuasi mengikuti arah dolar, yield, dan headline Iran–Hormuz.(yds)
Sumber: Newsmaker.id