Rebound Emas Melambat, Pasar Tunggu Kepastian Jalur Damai
Harga emas cenderung stabil setelah pulih dua hari beruntun, ketika pelaku pasar menimbang pernyataan yang saling bertentangan dari Amerika Serikat dan Iran terkait negosiasi untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Di satu sisi, Gedung Putih menegaskan pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung dan menyusun proposal perdamaian 15 poin. Namun di sisi lain, Teheran secara terbuka menolak pendekatan AS dan menyampaikan syarat-syaratnya sendiri.
Emas berada di kisaran $4.510/oz pada perdagangan awal setelah menguat lebih dari 2% dalam dua sesi sebelumnya. Walau jalur diplomasi disebut dibuka, AS juga memerintahkan pengerahan ribuan pasukan tambahan ke kawasan, yang kembali memunculkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan eskalasi lebih besar, termasuk risiko operasi darat yang berisiko tinggi.
Sejak perang dimulai pada 28 Februari, emas telah turun hampir 15%, dan pergerakannya cenderung searah dengan saham serta berlawanan arah dengan minyak. Lonjakan harga energi meningkatkan risiko inflasi dan membuat investor menilai bank sentral akan menahan suku bunga atau bahkan menaikkannya. Kondisi ini menjadi hambatan bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Meski demikian, risiko kenaikan suku bunga The Fed bisa tertahan oleh kemungkinan perlambatan ekonomi AS jika perang berlangsung lama. Sejumlah pelaku pasar dan institusi Wall Street disebut mulai memangkas proyeksi pertumbuhan AS tahun ini, sembari menaikkan perkiraan inflasi dan pengangguran—yang pada akhirnya meningkatkan probabilitas resesi.
Pada pembaruan terakhir, emas spot relatif tidak berubah di $4.505,86/oz pada 07:05 pagi waktu Singapura. Perak turun 1% ke $70,51, sementara platinum dan palladium naik tipis. Bloomberg Dollar Spot Index bergerak datar setelah ditutup naik 0,2% pada sesi sebelumnya.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id