Emas Turun usai Rilis Jobless Claims dan Trade Goods Balance AS
Harga emas tertekan ke kisaran $5160 setelah rilis dua data ekonomi AS hari ini—unemployment claims dan neraca perdagangan barang/jasa—memberi sinyal ekonomi AS masih cukup tangguh, sehingga pasar kembali menilai peluang pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat makin kecil. Efek langsungnya terlihat pada dolar yang menguat, yang biasanya menjadi hambatan bagi emas karena membuat logam mulia lebih mahal bagi pembeli non-USD.
Dari sisi pasar tenaga kerja, klaim pengangguran mingguan turun tipis dan berada di bawah perkiraan konsensus, mengindikasikan kondisi layoff masih rendah dan pasar kerja relatif stabil. Data seperti ini cenderung memperkuat narasi bahwa The Fed tidak perlu buru-buru melonggarkan kebijakan, terutama saat risiko inflasi energi meningkat akibat perang.
Dari sisi perdagangan, defisit perdagangan AS menyempit pada Januari seiring ekspor yang melonjak. Perbaikan neraca perdagangan ini ikut mendukung penguatan dolar dan memperkuat sentimen “US still resilient”, yang kembali menekan emas melalui kekuatan USD dan ekspektasi suku bunga.
Meski demikian, penurunan emas tidak selalu berjalan lurus karena permintaan safe haven dari eskalasi konflik Iran masih menjadi penopang. Reuters mencatat emas sempat melemah lebih dulu, namun kemudian cenderung stabil/range-bound karena ada aksi buy-on-dip dan minat lindung nilai yang tetap hidup saat risiko geopolitik belum reda.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id