Ketidakpastian Tarif Trump Dorong Emas Lanjut Rally
Harga emas naik untuk hari kelima berturut-turut, didorong meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan AS dan ketegangan geopolitik yang masih membayangi Iran. Investor cenderung menambah posisi defensif ketika arah kebijakan tarif AS kembali berubah-ubah dan risiko Timur Tengah belum mereda.
Emas diperdagangkan mendekati $5.240/oz pada awal sesi, setelah melonjak lebih dari 7% dalam empat sesi sebelumnya. Pasar masih berada dalam mode “bingung” setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menaikkan bea impor global menjadi 15%, menyusul putusan Mahkamah Agung yang menolak skema tarif timbal balik yang ia dorong sebelumnya.
Dari sisi geopolitik, perhatian investor tertuju pada Timur Tengah menjelang lanjutan pembicaraan nuklir AS–Iran. Trump menepis laporan bahwa Pentagon mengkhawatirkan kampanye militer berkepanjangan akan sulit, namun tetap menegaskan preferensinya adalah tercapai kesepakatan. Kombinasi diplomasi yang belum pasti dan risiko eskalasi membuat arus safe haven tetap kuat.
Pada 07:40 waktu Singapura, emas naik 0,2% ke $5.238,65/oz. Perak menguat 0,3% ke $88,49, sementara platinum naik 0,6% dan paladium naik 0,5%. Indeks Spot Dolar Bloomberg ditutup naik 0,1% pada sesi sebelumnya—namun penguatan dolar belum cukup untuk menghapus dorongan safe haven di logam mulia.(alg)
Sumber: Newsmaker.id