• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 February 2026 21:17  |

Emas Makin Terdorong di Atas $5.000

Emas kembali menguat dan makin menjauh dari level psikologis $5.000 pada Jumat (20/2), meski pergerakannya sepanjang pekan ini tetap terasa “naik-turun”. Kontrak berjangka emas naik $43 (0,9%) ke $5.040 per ons, mempertegas upaya pemulihan di atas level yang jadi perhatian besar pasar.

Namun, performa mingguan emas masih belum meyakinkan. Sepanjang pekan ini, emas tercatat turun sekitar $9,50, sehingga berpotensi memutus tren kenaikan dua pekan beruntun. Jika benar terjadi, ini akan menjadi pelemahan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir 30 Januari saat emas sempat jatuh 4,7%.

Sementara emas masih tarik-ulur, perak tampil lebih kuat. Harga perak melonjak 3,7% ke $80,52 per ons. Secara mingguan, perak naik sekitar $2,30 (2,9%) ke area $80,26, memperpanjang kenaikan untuk dua pekan berturut-turut dan berpotensi menjadi kenaikan mingguan terbaik sejak pekan 23 Januari (ketika perak sempat melonjak 14,45%).

Analis Commerzbank, Thu Lan Nguyen, menilai emas dan perak saat ini masih berada jauh di bawah puncak Januari, tetapi risiko eskalasi konflik AS–Iran berpotensi memberi dukungan fundamental. Pasar juga mencermati laporan bahwa AS mempertimbangkan serangan terbatas untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan nuklir.

Di sisi geopolitik lain, pembicaraan antara Ukraina dan Rusia sejauh ini belum menunjukkan kemajuan berarti menuju perdamaian. Kondisi ini menjaga sentimen safe haven tetap hidup, sehingga emas dinilai masih punya bantalan dukungan meski kenaikannya tidak selalu mulus.

Meski begitu, ada juga pandangan bahwa isu AS–Iran belum cukup kuat untuk mendorong emas langsung kembali reli besar. Analis Trade Nation, David Morrison, menyebut emas mungkin perlu konsolidasi lebih lama agar indikator momentum seperti MACD kembali netral. Ia bahkan mengingatkan skenario bahwa area puncak sebelumnya bisa menjadi batas atas sementara—sementara pasar logam juga cenderung lebih sepi karena libur Tahun Baru Imlek yang membuat partisipasi trader Asia berkurang.

5 inti di bawahnya

Emas naik 0,9% ke $5.040, makin jauh di atas $5.000.

Namun secara mingguan emas masih turun ~$9,50 dan berpotensi putus tren naik 2 pekan.

Perak lebih kuat: naik 3,7% ke $80,52 dan mingguan +2,9%.

Risiko eskalasi AS–Iran (termasuk wacana serangan terbatas) menopang safe haven.

Sebagian analis menilai emas masih butuh konsolidasi sebelum reli berikutnya; pasar juga lebih sepi karena libur Imlek.(yds)

Sumber: newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com NM23 Ai