Tekanan Ganda Emas: Dolar Kuat & Margin Call Mengintai
Harga emas melanjutkan penurunannyan pada hari Senin (2/2) dan semakin menjauh dari level $5.000/ons, setelah CME Group menaikkan persyaratan margin untuk kontrak berjangka logam mulia. Langkah ini datang di tengah aksi jual besar yang sudah terjadi sejak sentimen pasar berubah usai nominasi Kevin Warsh sebagai calon ketua Federal Reserve.
Harga spot emas terupdate terakhir berada di sekitar $4.636,97 per ons pada 09.16 pagi waktu London, turun tajam dan memperpanjang tekanan dari sesi sebelumnya.
Pasar menilai berita Warsh ikut mengangkat dolar AS dan mengurangi spekulasi bahwa suku bunga akan dipangkas agresif. Dalam kacamata market, kandidat yang dianggap lebih tegas terhadap inflasi biasanya berarti peluang kebijakan lebih ketat—kombinasi yang cenderung menekan emas.
Tekanan kemudian diperparah oleh faktor teknis: kenaikan margin membuat biaya menahan posisi kontrak berjangka jadi lebih mahal. Trader harus menyetor dana lebih besar sebagai jaminan, dan kondisi ini sering memicu forced selling (posisi diperkecil/ditutup) saat volatilitas sedang tinggi.
CME menyatakan kenaikan margin ini mulai berlaku setelah penutupan perdagangan hari Senin. Dengan volatilitas yang masih ekstrem, pasar emas kini rentan bergerak tajam karena kombinasi dolar yang kuat dan proses “pembersihan posisi” (deleveraging) yang belum tentu selesai. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id