Emas Anjlok 4% - Cuma karena “Rumor Kursi The Fed”?
Harga emas jatuh tajam pada Jumat (30/1) setelah pasar ramai bertaruh Ketua The Fed berikutnya bakal lebih “ketat” (hawkish). Spot gold turun 4,2% ke $5.172,80/oz pada 07:16 GMT, setelah sempat turun lebih dari 5% dan sehari sebelumnya mencetak rekor $5.594,82/oz.
Meski hari ini merah, performa bulanan emas tetap “gila”: harga sudah naik lebih dari 20% sepanjang Januari, berpotensi jadi kenaikan bulanan terkuat sejak 1982—karena investor berburu aset aman di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi.
Pemicu koreksi utamanya: rumor bahwa Trump cenderung memilih figur yang lebih hawkish untuk memimpin The Fed, dengan spekulasi kuat mengarah ke mantan gubernur The Fed Kevin Warsh. Kalau pasar menilai suku bunga akan lebih sulit turun, emas biasanya gampang ketekan.
Dolar AS ikut pulih dari level terendah beberapa tahun dan menambah tekanan ke emas. Saat dolar menguat, emas jadi lebih mahal bagi pembeli non-USD, sehingga permintaan cepat “ngerem”.
Koreksi juga dipicu faktor teknikal: setelah reli panjang, emas dianggap sudah jenuh beli (overbought), jadi wajar aksi ambil untung keluar begitu ada katalis yang mengubah ekspektasi suku bunga.
Menariknya, pasar masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026, jadi narasi bullish emas belum benar-benar mati—hanya saja, volatilitas naik karena arah kebijakan dan figur The Fed berikutnya lagi jadi “drama utama”.
Pelemahan hari ini juga menyeret logam lain: perak turun 6,1% ke $109,03/oz setelah sempat rekor $121,64, sementara platinum dan palladium ikut jatuh tajam. Di saat yang sama, arus fisik tetap ramai—ekspor emas Swiss ke UK melonjak, dan Hang Seng Gold ETF sempat melonjak >9% saat debut.
5 inti point :
- Spot gold turun 4,2% ke $5.172,80, sehari setelah rekor $5.594,82.
- Januari masih +20% lebih, peluang jadi bulan terbaik sejak 1982.
- Rumor The Fed chair lebih hawkish (Warsh) bikin emas ditekan.
- Dolar menguat - emas jadi lebih mahal bagi pembeli luar AS.
- Perak, platinum, palladium ikut anjlok setelah reli ekstrem.(asd)
Sumber : Newsmaker.id