Emas Merah, Tapi Kok Nggak Jatuh? Ini Pemicunya
Harga emas (XAU/USD) sempat turun tajam di sesi Asia Jumat, lalu memangkas sebagian penurunan dan bertahan di area $5.100-an. Meski rebound kecil, emas masih berada di zona merah karena pelaku pasar mulai hati-hati setelah reli yang sudah terlalu kencang.
Pemicu awal tekanan datang dari kabar kesepakatan Senat untuk mencegah shutdown pemerintah AS. Berita ini bikin pasar lebih “tenang”, mendorong dolar menguat tipis, dan itu biasanya menekan emas.
Selain faktor dolar, ada juga unsur profit taking. Emas sudah naik sangat cepat (lebih dari 25% sejak awal bulan) dan berulang kali cetak rekor, jadi wajar kalau ada aksi ambil untung saat ada katalis yang bikin risk-off mereda.
Tapi penurunan emas juga nggak gampang tembus dalam-dalam, karena masih ada “bantalan” dari risiko yang belum hilang: kekhawatiran soal independensi The Fed, ekspektasi suku bunga yang bisa lebih rendah ke depan, plus ancaman tarif dan ketidakpastian geopolitik.
Dari sisi headline, Trump ikut menambah volatilitas: ia kembali menekan The Fed agar menurunkan suku bunga, dan menyebut akan mengumumkan calon pengganti Powell Jumat pagi—yang bikin pasar sensitif karena ini bisa mengubah ekspektasi kebijakan.
Ketegangan global juga masih jadi faktor penahan koreksi: AS terus mengerahkan aset militer di Timur Tengah, sementara isu Rusia–Ukraina belum menunjukkan terobosan. Kondisi kayak gini biasanya membuat sebagian investor tetap pegang emas sebagai “asuransi”.
Fokus pasar berikutnya ada di rilis US PPI, komentar pejabat FOMC, dan pengumuman ketua The Fed baru. Kombinasi ini bisa menentukan apakah dolar lanjut menguat (emas tertekan) atau justru tertahan (emas punya ruang stabil/naik lagi).
5 Inti Point
- Shutdown deal bikin dolar menguat tipis → emas kena tekanan.
- Emas terkoreksi karena profit taking setelah reli parabolik.
- Risiko independensi The Fed, tarif, dan geopolitik masih jadi “bantalan” emas.
- Pasar menunggu pengumuman pengganti Powell → potensi volatilitas tinggi.
- Data PPI + komentar FOMC jadi pemicu arah dolar & emas berikutnya.(asd)
Sumber : Newsmaker.id