Rekor Baru! Emas Loncat Saat Krisis Greenland Tak Mereda
Harga emas melesat melewati $4.700 per ons dan cetak rekor baru, sementara perak juga menyentuh puncak all-time high. Pemicunya jelas: kebuntuan AS vs Eropa soal kendali Greenland belum ada tanda-tanda reda, bikin pasar makin “risk-off” dan lari ke aset aman.
Pasar sekarang menunggu langkah balasan Eropa setelah Trump mengancam tarif untuk delapan negara Eropa yang menolak ambisinya. Di saat yang sama, pasar global juga diguncang oleh penurunan tajam obligasi pemerintah Jepang, yang ikut menyeret sentimen obligasi dunia. Indikator kekuatan dolar pun ikut melemah, membuat logam mulia makin “nendang” karena jadi lebih murah bagi pembeli di luar AS.
Ketegangan ini makin ramai karena sorotan Davos. Trump bilang ia akan bertemu sejumlah pihak untuk membahas rencananya mengambil alih wilayah Denmark itu. Presiden Prancis Emmanuel Macron bahkan disebut ingin mendorong aktivasi instrumen anti-koersi Uni Eropa, sementara Jerman mencoba menahan respons agar tidak melebar jadi perang dagang penuh. Hubungan Trump–Macron juga memanas setelah Trump mem-posting pesan yang menyindir Macron, lalu ikut menggertak soal tarif anggur dan sampanye Prancis.
Di pasar, reli emas sudah kelewat kencang: harga emas naik sekitar 1,2% ke $4.731 di London dan sempat menyentuh rekor $4.737, sementara perak naik ke sekitar $95,50. Tapi justru karena terlalu kencang, mulai muncul pertanyaan: apakah ini sudah “terlalu mahal”? Survei manajer dana menunjukkan banyak yang menganggap emas sebagai perdagangan paling ramai, bahkan sekitar 45% menilai emas sudah overvalued—artinya, di tengah euforia safe haven, potensi koreksi juga bisa muncul kapan saja.(alg)
Sumber: Newsmaker.id