Gold Terkoreksi Pasca Rekor, Trump Redakan Iran
Harga emas melemah tipis pada Kamis (15/1), seiring dolar AS menguat setelah data klaim pengangguran mingguan menunjukkan pasar tenaga kerja masih cukup tangguh. Di saat yang sama, nada Presiden AS Donald Trump yang lebih moderat terhadap Iran ikut mengurangi dorongan safe haven yang sebelumnya mengangkat logam mulia ke rekor.
Pada pukul 13:30 waktu New York, spot gold turun 0,1% ke US$4.614,93/oz, setelah sehari sebelumnya mencetak rekor US$4.642,72/oz. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup turun 0,3% di US$4.623,70/oz.
Dari sisi data, pengajuan baru tunjangan pengangguran AS tercatat turun tak terduga pekan lalu. Angka ini mengangkat indeks dolar ke level tertinggi sejak awal Desember dan membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS—faktor yang menahan reli lebih lanjut.
Kondisi tersebut juga menjaga ekspektasi pasar terhadap The Fed tetap “tertahan” untuk paruh pertama tahun ini. Pasar luas memperkirakan bank sentral akan menahan suku bunga pada pertemuan 27–28 Januari, meski Trump terus mendorong pemangkasan. Namun pelaku pasar masih memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan 25 bps di paruh kedua tahun ini.
Sentimen emas makin tertekan setelah Trump mengatakan tidak berencana memecat Ketua The Fed Jerome Powell meskipun ada penyelidikan pidana terkait proyek renovasi, meski ia menyebut “terlalu dini” untuk memastikan langkah akhirnya. Di sisi geopolitik, Trump juga menyatakan mendapat laporan bahwa kekerasan dalam penindakan protes di Iran mulai mereda dan tidak ada rencana eksekusi massal dalam waktu dekat—memberi sinyal pendekatan “wait and see” setelah sebelumnya sempat melontarkan ancaman intervensi.
Meski terkoreksi, pelaku pasar menilai pelemahan emas masih bersifat terbatas dan lebih menyerupai fase normalisasi setelah reli tajam. Dalam kondisi ketidakpastian geopolitik dan prospek suku bunga yang pada akhirnya berpotensi turun, setiap penurunan harga dipandang sebagian trader sebagai peluang akumulasi.
Di luar itu, permintaan bank sentral tetap menjadi tema pendukung. Bank sentral Polandia menyatakan cadangan emasnya mencapai 550 ton di akhir 2025 dan menargetkan peningkatan hingga 700 ton.
Untuk logam mulia lain, spot silver turun 0,3% ke US$92,50/oz setelah sempat menyentuh rekor intraday US$93,57. Platinum turun 0,8% ke US$2.404,18/oz, sementara palladium relatif stabil di US$1.826,32/oz.(yds)
Sumber: Newsmaker.id