Emas Ngebut Lagi—Rekor Baru Pasca CPI
Harga emas (XAU/USD) catatkan rekor tertinggi baru di $4.634 per troy ons setelah data inflasi AS dirilis hari Selasa (13/1), melanjutkan sentimen bullish di tengah pasar yang masih sensitif terhadap risiko politik dan geopolitik.
Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan CPI tahunan 2,7% (sesuai perkiraan), sementara CPI inti 2,6%—lebih rendah dari ekspektasi pasar yang berada di sekitar 2,7–2,8%. Angka inti yang lebih “dingin” ini membuat tekanan inflasi terlihat lebih terkendali, sehingga pasar menilai The Fed punya ruang untuk tetap tenang tanpa perlu mengubah sikapnya secara mendadak.
Meski CPI tidak banyak mengubah keyakinan bahwa suku bunga kemungkinan ditahan di pertemuan akhir Januari, perhatian investor justru tertuju pada isu independensi The Fed. Jerome Powell menyebut adanya surat panggilan terkait investigasi renovasi kantor The Fed—dan ia mengisyaratkan tekanan tersebut berkaitan dengan dorongan politik agar suku bunga dipangkas. Ketika pasar mulai meragukan “jarak aman” bank sentral dari politik, emas biasanya ikut diuntungkan sebagai aset lindung nilai.
Di pasar uang, dolar AS cenderung stabil dengan DXY di sekitar 99, sementara imbal hasil Treasury bergerak campuran: yield 2 tahun sekitar 3,56% dan yield 10 tahun sekitar 4,17%. Kombinasi yield yang tidak melonjak tajam, ditambah ketegangan geopolitik yang masih panas, membuat emas tetap “betah” di area tinggi—dan pelaku pasar kini mengawasi apakah harga akan lanjut cetak rekor, atau konsolidasi dulu setelah reli kencang. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id